Cilacap – Pendidikan anak bukan hanya tentang seberapa banyak ilmu yang dapat diberikan, tetapi juga tentang bagaimana membentuk adab, akhlak, dan karakter mulia dalam diri mereka. Terlebih di era digital saat ini, anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan parenting bertema “Adab Sebelum Ilmu Untukmu Anakku” yang diselenggarakan di KB – RA Mukhlisin, Cilacap. Kegiatan ini terlaksana atas undangan Kepala RA Mukhlisin, Ibu Endar Sugiharti, M.Pd., serta menghadirkan Handayani Suminar Indrati, S.Pd. sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh murid, orangtua, dan guru.

Kegiatan parenting ini menjadi ruang bagi orangtua dan guru untuk bersama-sama memahami tantangan dalam mendidik anak di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Anak-anak masa kini merupakan bagian dari Generasi Alfa, yaitu generasi yang sejak usia dini sudah sangat akrab dengan perangkat digital, internet, dan berbagai bentuk teknologi.
Dalam pemaparannya, narasumber mengajak peserta untuk terlebih dahulu memahami karakteristik Generasi Alfa. Pemahaman tersebut penting agar orangtua tidak sekadar memberikan larangan atau aturan, tetapi mampu mendampingi anak dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan zamannya.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Fondasi Digital Parenting dalam Perspektif Islam. Teknologi pada dasarnya dapat menjadi sarana yang memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak apabila digunakan secara tepat. Namun, penggunaan teknologi tetap membutuhkan batasan, pendampingan, serta nilai-nilai agama sebagai landasan.

Orangtua memiliki peran penting dalam memberikan teladan dalam penggunaan teknologi, membangun komunikasi yang terbuka, serta menanamkan kemampuan kepada anak untuk memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik. Dengan demikian, anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengguna yang cerdas, bertanggung jawab, dan berakhlak.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai Strategi Pengasuhan Anak Digital yang Cerdas. Pendekatan pengasuhan di era digital membutuhkan keseimbangan antara memberikan ruang bagi anak untuk belajar dan bereksplorasi dengan memberikan batasan yang sehat.
Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan kembali pentingnya adab sebelum ilmu. Anak yang memiliki ilmu tetapi tidak dibekali adab akan mengalami kesulitan dalam menerapkan ilmunya dengan baik. Sebaliknya, adab yang baik akan menjadi fondasi bagi anak dalam menerima, memahami, dan mengamalkan ilmu sepanjang kehidupannya.
Sebagaimana ungkapan yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib:
“Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman yang berbeda dengan zamanmu.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa orangtua dan guru perlu terus belajar dan beradaptasi dalam mendampingi generasi masa kini. Bukan berarti mengikuti seluruh perubahan zaman tanpa batas, tetapi memahami zaman agar nilai-nilai kebaikan dan ajaran Islam dapat disampaikan dengan cara yang relevan bagi anak.
Melalui kegiatan “Adab Sebelum Ilmu Untukmu Anakku”, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah, guru, dan orangtua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Bersama-sama, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dalam menghadapi perkembangan zaman, bijak dalam menggunakan teknologi, serta tetap memiliki adab, akhlak, dan nilai-nilai Islam sebagai pegangan hidup.
Sebab, mempersiapkan anak menghadapi masa depan bukan hanya dengan membekali mereka ilmu dan teknologi, tetapi juga dengan menanamkan adab yang akan menjadi kompas dalam perjalanan hidup mereka.
