Workshop Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan SMART ADLX di Kota Pekalongan

Pekalongan, 29–30 September 2026 — Penguatan kualitas pendidikan pada jenjang Raudhatul Athfal (RA) terus dilakukan melalui peningkatan kompetensi dan wawasan para pendidik. Salah satunya melalui Workshop Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan SMART ADLX yang diselenggarakan atas undangan PD IGRA dan KKRA Kota Pekalongan.

Workshop selama dua hari ini menghadirkan Handayani Suminar Indrati, S.Pd sebagai narasumber. Kegiatan menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik untuk memperluas wawasan mengenai pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus membangun karakter anak.

Dalam mengembangkan gagasan dan materi pembelajaran yang disampaikan, Handayani Suminar Indrati, S.Pd turut terinspirasi oleh pemikiran dan karya Mr. Mohammad Bahgat dari Mesir, penulis buku First EDU. Perspektif tersebut menjadi salah satu bagian yang memperkaya wawasan mengenai pentingnya menghadirkan pendidikan yang relevan, bermakna, dan berorientasi pada perkembangan anak.

Menguatkan Pembelajaran Mendalam di Pendidikan RA

Konsep Pembelajaran Mendalam menjadi salah satu fokus utama dalam workshop. Para pendidik diajak untuk melihat pembelajaran secara lebih utuh, yaitu bagaimana anak dapat memahami, mengalami, dan memaknai proses belajar melalui kegiatan yang relevan dengan tahap perkembangan mereka.

Pembelajaran yang mendalam diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kontekstual, aktif, dan mendorong anak untuk terus memiliki rasa ingin tahu.

Bagi pendidikan anak usia dini dan RA, pendekatan tersebut menjadi penting karena proses belajar tidak dapat dipisahkan dari pengalaman, interaksi, lingkungan, serta hubungan positif antara pendidik dan peserta didik.

Kurikulum Berbasis Cinta, Pendidikan dengan Sentuhan Hati

Selain Pembelajaran Mendalam, workshop juga mengangkat tema Kurikulum Berbasis Cinta. Konsep ini menguatkan pentingnya menghadirkan pendidikan yang berlandaskan kasih sayang, kepedulian, penghargaan, dan hubungan yang positif dalam proses pembelajaran.

Pendidik tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga menjadi sosok yang mendampingi, memberikan teladan, membangun rasa percaya diri, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta menyenangkan bagi anak.

Nilai-nilai cinta dalam pendidikan diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter positif, kepedulian, dan kecintaan terhadap proses belajar.

Mengenal Pendekatan SMART ADLX

Workshop juga memperkenalkan dan memperkuat pemahaman peserta mengenai pendekatan SMART ADLX sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih terarah dan bermakna.

Melalui sesi pemaparan, diskusi, refleksi, dan berbagi pengalaman, para peserta diajak untuk mengembangkan gagasan pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik satuan pendidikan masing-masing.

Kegiatan selama dua hari ini menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperkaya perspektif dalam mengembangkan praktik pembelajaran di lingkungan RA.

Guru Terus Belajar, Pendidikan Terus Bertumbuh

Workshop Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan SMART ADLX menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang Raudhatul Athfal.

Sebab, pendidikan yang baik tidak hanya membutuhkan kurikulum dan metode yang tepat, tetapi juga pendidik yang terus belajar, mau berefleksi, dan mampu menghadirkan pembelajaran dengan ilmu sekaligus cinta.

Semoga kegiatan yang diinisiasi oleh PD IGRA dan KKRA Kota Pekalongan ini dapat memberikan manfaat serta menjadi inspirasi bagi para pendidik untuk terus menghadirkan pembelajaran yang mendalam, bermakna, menyenangkan, dan penuh cinta bagi generasi penerus bangsa.