- Jakarta (16/8/225) – Sebanyak 500 wali murid MIT Taman Cahaya Global School, RA Terpadu An-Nahl serta tamu undangan dari berbagai sekolah lainnya, serta tidak kurang dari 200 anak hadir dalam acara Parenting Akbar Parade Kisah Pembebasan Palestina. Anak-anak bersama orang tua serta para tamu dengan semangat Hari Kemerdekaan memakai pakaian berwarna merah putih memenuhi Auditorium Gedung CNI, Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu (16/8) sejak pukul 07.30 hingga menjelang zuhur.
Perayaan akbar dimeriahkan dengan berbagai lomba, termasuk lomba Senam Garuda di Dadaku yang dipimpin oleh Nadhil, guru olahraga MI Taman Cahaya Global School (Tacaglos). Selain itu, ada juga lomba lukis canvas dengan tema “Dari Indonesia Untukmu Palestina” yang hasilnya dipamerkan pada acara ini. Berbagai penampilan dari santri MI Tacaglos dan RA Terpadu An Nahl (RATU An Nahl) turut memeriahkan acara, seperti tasmi Al-Qur’an, penampilan hadits, tarian Pesona Nusantara, pembacaan puisi, dan lagu Senja di Palestina ciptaan Handayani Suminar Indrati. Keseruan acara bertambah saat parade berkisah yang dibawakan dengan sangat menarik oleh Kak Kempho, Kak Yono, Kak Nia, dan Kak Imam. Dengan gaya khas masing-masing, mereka mengisahkan tentang pembebasan Palestina.
Dua orang Keynote speaker yaitu Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani, dan Direktur Taman Cahaya Global School Handayani Suminar Indrati menyampaikan pesan penting bagi keluarga Indonesia tentang pentingnya memberikan edukasi tentang kepalestinaan
Nurjanah Hulwani, berharap, semua sekolah bisa menyelenggarakan kegiatan seperti ini untuk menambah kekuatan pada rakyat Palestina serta memberikan kontribusi positif yang bisa membantu mereka.
“Dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita harus terus mengingat saudara kita di Palestina yang saat ini mengalami penderitaan melebihi dari logika manusia. Dua tahun sudah Gaza bertahan untuk kemuliaan seluruh umat islam di dunia. Jika semua sekolah bisa mencontoh acara ini, akan menambah kekuatan warga Gaza. Membantu Palestina berarti membantu para syuhada dan calon syuhada, menolong hafiz dan calon hafiz. Siapapun kalian yang ada dalam Gaza, di camp pengungsian, di dalam tahanan dan seluruh umat Islam di seluruh dunia yang masih berjuang membantu Palestina maka kesyahidan mengikuti, ” katanya.
Sementara itu, Handayani Suminar menyampaikan bahwa membangun empati anak harus dimulai sedini mungkin.
“Bersama kita akan melahirkan pemimpin-pemimpin besar di masa yang akan datang, dan nanti Indonesia Emas 2045, kita akan menjadi saksi sejarah bahwa apa yang kita tanamkan saat ini akan membuahkan hasil. Jangan remehkan hal kecil apapun yang kita lakukan, besar manfaatnya di masa yang akan datang. Sekecil apapun usaha yang baru mampu kita lakukan untuk mendidik karakter anak, dengan sepenuh keyakinan bahwa bahwa anak ini adalah presiden masa depan, menteri-menteri masa depan. pendidik-pendidik masa depan, yang akan mengisi ruang-ruang parlemen masa depan. Maka berikan contoh yang baik dan doakan dengan doa yang menembus langit. Doakan kaki-kaki kecil mereka akan menjadi langkah-langkah besar di masa yang akan datang, menyinari dunia dan menghiasi surga.”
Salah satu harapan Handayani adalah bahwa anak-anak ini akan memiliki keberanian untuk melakukan yang lebih daripada yang sudah dilakukan sekarang.
Sementara itu dukungan juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Islam Taman Cahaya juga sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat APRI Bpk H. Madari menyampaikan dukungan apresiasinya.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini yang diselenggarakan oleh tim panitia dari MIT Taman Cahaya Global School dan RA Terpadu An Nahl, kegiatan ini insya allah akan menjadi bekal penanaman nilai-nilai moral Agama untuk anak-anak kita di masa mendatang”.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh pengumpulan donasi dan lelang hasil lukisan anak.
